Kamis, 17 Maret  2016. Kasi Kerjasama Kasubdit Kelembagaan Diktis Kemenag RI, Drs. Rudi Nuruddin Ambari, MA., menemui Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional (IAAI) Indonesia, Dr. Muchlis M. Hanafi. Kasi baru pengganti Bilster Bachtiar, Lc. MA., ini menyampaikan dan merembukan beberapa hal terkait beberapa program Kementerian Agama yang selama ini dilaksanakan bersama IAAI Indonesia.

Perhatian utama yang dibahas pada pertemuan ini yaitu terkait pelaksanaan seleksi kelayakan bagi calon mahasiswa Universitas-universitas Islam Timur Tengah tahun 2016. Kemenag melalui Kasi Kerjasama memastikan bahwa seleksi ke Timur Tengah dilaksanakan pada tahun ini. Salah satu evaluasi yang menjadi pembahasan hangat ialah kebijakan baru Al-Azhar terkait kewajiban mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan bahasa Arab di Markaz Lughah. Terkait hal ini, Duktur Muchlis sendiri telah meminta kepada Grand Syaikh Al-Azhar untuk meninjau ulang qarar yang dinilai memberatkan mahasiswa baru tersebut, terutama yang berasal dari Indonesia.

Terkait teknis pelaksanaan, Kasi Kerjasama mengacu pada pelaksanaan sebelumnya.  Sebagaimana penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2016 seleksi diperuntukan 3 negara yaitu; Mesir, Maroko, dan Sudan, serta diupayakan untuk menambah negara tujuan Tunisia, baik program beasiswa maupun non beasiswa. Materi seleksi yang akan diujikan meliputi hafalan Al-Qur’an dan tafsirnya, Hukum Islam, Sejarah Islam, Nahwu-Sharaf,  dan pengetahuan Islam lainnya. Materi seleksi disampaikan dalam bahasa Arab, baik dalam tulisan maupun lisan. Seleksi sendiri dilaksanakan dua tahap, dimana seleksi pertama, yaitu tingkat nasional dilaksanakan di 8 kota Indonesia, dan memungkinkan adanya perubahan. Adapun seleksi tahap kedua dilaksanakan di Jakarta. Sementara terkait waktu pelaksanaan diagendakan pada pertengahan bulan Mei 2016 dimana tanggalnya belum dapat ditentukan.

Menegaskan keseriusan pelaksanaan seleksi bulan Mei mendatang, pada Senen, 21 Maret 2016, Sekjen IAAI Indonesia bersama Kasi Kerjasama Diktis Kemenag bertemu Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Bahaa Dasouki. Selain memperbincangkan pelakasanaan seleksi, terutama untuk negara tujuan Mesir (Al-Azhar), pertemuan tersebut juga membicarakan realisasi penambahan kuota beasiswa penuh yang  dijanjikan oleh Grand Syaikh  pada kunjungannya ke Indonesia pada Februari lalu.

Meski berita ini belum dapat menginformasikan secara detail terkait pelaksanaan dan hal-hal teknis lainnya, diharapkan dapat memberikan angin segar bagi putra putri generasi muda Islam Indonesia untuk menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Mesir dan Indonesia memberikan peluang kepada masyarakat Muslim Indonesia untuk menimba ilmu di Universitas Islam tebaik dan tertua di dunia, dan diharapkan nantinya kembali untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat dan negara Indonesia. Kembali dengan pengetahuan Islam bermanhaj wasathy, manhaj Azhar yang cinta akan perdamaian, Islam yang mengedepankan sikap saling menghormati di atas ragam perbedaan yang ada. (Mas Zam)

 

Pantau terus informasi Seleksi Mahasiswa baru Al-Azhar tahun 2016 di www.maba.waag-azahr.or.id